ketika mata enggan terpicing
lima lembar cerita tentang sunyi, kering, dingin, abu, ngeri. dengan percakapan tanpa tanda kutip.
dua ekor lalat terbang bersilang, sayapnya bergetar kasar. hinggap di sana di sini.
seekor nyamuk mendengung halus. hey berhentilah. gigit saja aku sekenyangmu lalu tidur, bisa tidak?
di kepalaku ebiet bernyanyi. seperti sudah kugitari jam sebelas tadi.
ada yang tak mampu ku lupa
bulu lembut di keningmu
yang meremang kala kukecup
dan ketika kusibak rambutmu
kupikir aku tidur. tapi aku melihat jam 11.57.
aku juga melirik jam 00.38. dan 01.30. 02.00 dan lalat itu masih juga nggaber ke sana ke mari. nyamuk-nyamuk berhenti bernyanyi -- kenyang. aku masih ingin setengah telanjang, tapi dingin menusuki setiap pori yang terpapar. dan seperti ada sepotong beling tertancap di rongga hidungku, bapak, aku memang anakmu.
sekotak susu. dan kuharap aku bisa tidur tanpa mimpi, sampai jumpa esok pagi.
Showing posts with label indonesian. Show all posts
Showing posts with label indonesian. Show all posts
Friday, December 18, 2009
Monday, November 23, 2009
karena aku bukan perenang yang baik
maka aku hanya mengambil jarak lebar kolam
meminggir di pinggir paling pinggir
supaya aku dapat berpegang pinggiran kolam
ketika hilang berenang
karena aku bukan perenang yang baik
maka sebegitu saja jarak tempuhku
mengayuh kaki dan lengan
sebentar lalu habis
karena aku bukan perenang yang baik
maka nafasku sering tersengal
ketika harus kuhembus malah kuhirup
lalu air memenuhi paru-paruku
...
dan lihatlah engkau yang begitu lihai mengatur gerak nafasmu
sedang aku tersengal tersedak
di sampingmu.
meminggir di pinggir paling pinggir
supaya aku dapat berpegang pinggiran kolam
ketika hilang berenang
karena aku bukan perenang yang baik
maka sebegitu saja jarak tempuhku
mengayuh kaki dan lengan
sebentar lalu habis
karena aku bukan perenang yang baik
maka nafasku sering tersengal
ketika harus kuhembus malah kuhirup
lalu air memenuhi paru-paruku
...
dan lihatlah engkau yang begitu lihai mengatur gerak nafasmu
sedang aku tersengal tersedak
di sampingmu.
Sunday, November 1, 2009
membaca engkau membaca aku
menduga engkau menduga aku
meraba engkau meraba aku
maka kubangun dinding batu
di sekeliling
agar aku bisa berlindung dari terkaanmu
kau melangkah seperti yang kuinginkan
kau bergerak seperti yang kuangankan
dan itu menakutkan.
meraba engkau meraba aku
maka kubangun dinding batu
di sekeliling
agar aku bisa berlindung dari terkaanmu
kau melangkah seperti yang kuinginkan
kau bergerak seperti yang kuangankan
dan itu menakutkan.
Monday, October 26, 2009
kontradiksi(tif)
*sebuah pikiran kotor sehabis kelilipan*
ingin membelai halus menyibak rambutmu
atau menjambaknya penuh nafsu
ingin mengecup lembut bibirmu
atau menerkam dan melumatnya penuh hasrat
ingin menyusupkan jemari di sela kancing kemejamu
atau menariknya seketika hingga mencelat semua anak kancing dan robek bajumu lalu kuhujam bertubi-tubi hingga hadirkan gempa dan tsunami yang membawaku merendah meninggi kemudian berakhir menindihmu (tertindihmu)
ingin membelai halus menyibak rambutmu
atau menjambaknya penuh nafsu
ingin mengecup lembut bibirmu
atau menerkam dan melumatnya penuh hasrat
ingin menyusupkan jemari di sela kancing kemejamu
atau menariknya seketika hingga mencelat semua anak kancing dan robek bajumu lalu kuhujam bertubi-tubi hingga hadirkan gempa dan tsunami yang membawaku merendah meninggi kemudian berakhir menindihmu (tertindihmu)
Friday, October 2, 2009
Surat untuk Sahabat
Telah kita toreh ibu jari, dan mencampurkan darah yang mengalir di lukanya
Maka tak akan kubiarkan di antara kita cedera
Tapi bagaimana jika aku lah yang cedera?
Dari apa kupasang tirai untuk menghalangi pandangku
Agar aku bisa berlaku seolah tak melihatmu berlaku?
Dengan apa kugali parit di sudut mataku
Agar tangis tak membanjir menenggelamkan senyumku?
Aku bisa membangun tabir tawa
Atau berjumpalitan seperti badut untuk melamurkan isak
Tapi aku akan menyungging senyum paling indah
Berjalan anggun mengibas gaun
Menampar wajahmu
Dan kuayun sedikit langkahku
Hingga terlempar sepatuku
Sampai hak tinggi lancipnya
Menancap di MATAMU
Maka tak akan kubiarkan di antara kita cedera
Tapi bagaimana jika aku lah yang cedera?
Dari apa kupasang tirai untuk menghalangi pandangku
Agar aku bisa berlaku seolah tak melihatmu berlaku?
Dengan apa kugali parit di sudut mataku
Agar tangis tak membanjir menenggelamkan senyumku?
Aku bisa membangun tabir tawa
Atau berjumpalitan seperti badut untuk melamurkan isak
Tapi aku akan menyungging senyum paling indah
Berjalan anggun mengibas gaun
Menampar wajahmu
Dan kuayun sedikit langkahku
Hingga terlempar sepatuku
Sampai hak tinggi lancipnya
Menancap di MATAMU
Wednesday, September 9, 2009
aku ini dusta
bapak,
akankah kau maafkan?
atau kau akan malu aku adalah anakmu?
kejujuran yang kau ajarkan
telah membusuk di ujung lidahku
karma yang kau ceritakan
dia akan menimpaku
aku ini sampah
ibu,
akankah kau ampuni?
atau kau akan jijik melihatku lagi?
kesetiaan yang kau ajarkan
telah berjamur di sudut hatiku
ketegaran yang kau tanamkan
dia telah meninggalkanku
aku tersungkur di hadapan kalian
membawa air mata merendam kaki kita
tapi bagaimana aku harus bercerita kenapa?
darah yang lambah-lambah ini
adalah hasil perbuatanku sendiri
tapi bagaimana aku berharap kalian iba?
sakit ini mulai tak tertanggungkan
beban ini mulai tak tertahankan
tapi bagaimana aku berani teriakkan nama kalian untuk kuatkan
sedang aku lah penjahat yang sedang terazab?
bapak
ibu
dengan penuh rasa malu
masih kuberanikan diri
memohon
basuhlah aku.
*belum lagi idul fitri*
akankah kau maafkan?
atau kau akan malu aku adalah anakmu?
kejujuran yang kau ajarkan
telah membusuk di ujung lidahku
karma yang kau ceritakan
dia akan menimpaku
aku ini sampah
ibu,
akankah kau ampuni?
atau kau akan jijik melihatku lagi?
kesetiaan yang kau ajarkan
telah berjamur di sudut hatiku
ketegaran yang kau tanamkan
dia telah meninggalkanku
aku tersungkur di hadapan kalian
membawa air mata merendam kaki kita
tapi bagaimana aku harus bercerita kenapa?
darah yang lambah-lambah ini
adalah hasil perbuatanku sendiri
tapi bagaimana aku berharap kalian iba?
sakit ini mulai tak tertanggungkan
beban ini mulai tak tertahankan
tapi bagaimana aku berani teriakkan nama kalian untuk kuatkan
sedang aku lah penjahat yang sedang terazab?
bapak
ibu
dengan penuh rasa malu
masih kuberanikan diri
memohon
basuhlah aku.
*belum lagi idul fitri*
Tuesday, September 8, 2009
lebah-lebah di sekelilingku....
mendengung mengitari
aku tak peduli
kuharapkan cintamu
bagai bunga yang kering mengharap turunnya hujan....
kupercaya janjimu
seperti kupercaya terbitnya matahari esok pagi....
aku tak butuh lebah, semut, kumbang, kupu-kupu
dandelion hanya butuh sendiri
menanti hembusan angin
untuk sempurnakan kesenyapan
dan membawa keping-keping cinta
terbang menyebar merambah penjuru rasa....
aku tak peduli
kuharapkan cintamu
bagai bunga yang kering mengharap turunnya hujan....
kupercaya janjimu
seperti kupercaya terbitnya matahari esok pagi....
aku tak butuh lebah, semut, kumbang, kupu-kupu
dandelion hanya butuh sendiri
menanti hembusan angin
untuk sempurnakan kesenyapan
dan membawa keping-keping cinta
terbang menyebar merambah penjuru rasa....
Monday, September 7, 2009
duh duh dug dug dug...
apakah ini sudah maghrib, hingga aku dengar bedug?
duh duh dug dug dug
pasti bukan bedug maghrib, ini lebih riuh
duh duh dug dug dug
apakah ini sudah lebaran?
duh duh dug dug dug
dadaku penuh bedug.
duh duh dug dug dug
pasti bukan bedug maghrib, ini lebih riuh
duh duh dug dug dug
apakah ini sudah lebaran?
duh duh dug dug dug
dadaku penuh bedug.
Saturday, August 29, 2009
mulut-mulut terkunci
benak-benak memendam rahasia
hati-hati memendam rasa
....
aku dicacah
ditusuk
dirajam
dihempas
....
mata-mata menangis
hati-hati menjerit
....
benak-benak berdalih
mulut-mulut berdusta
hati-hati memendam rasa
....
aku dicacah
ditusuk
dirajam
dihempas
....
mata-mata menangis
hati-hati menjerit
....
benak-benak berdalih
mulut-mulut berdusta
Wednesday, August 26, 2009
gesekan
itu
membuat
panas
dan
bisa
membakar
begitulah orang jaman dulu membuat api
menggesekkan kayu di batu bersebelah daun kering
begitulah orang masa kini memantik api
menggesek kepala batang korek ke pinggir kotaknya
begitulah para perokok memercik api
menjentik percik berhembus gas
...
gesekan
itu
panas
dan
bisa
membakar
begitulah engkau dan aku
bergesek kulit kita dan kita menjadi panas
...
menghindar
atau terbakar...
membuat
panas
dan
bisa
membakar
begitulah orang jaman dulu membuat api
menggesekkan kayu di batu bersebelah daun kering
begitulah orang masa kini memantik api
menggesek kepala batang korek ke pinggir kotaknya
begitulah para perokok memercik api
menjentik percik berhembus gas
...
gesekan
itu
panas
dan
bisa
membakar
begitulah engkau dan aku
bergesek kulit kita dan kita menjadi panas
...
menghindar
atau terbakar...
Sunday, August 16, 2009
untuk dia....
Yang padanya selamanya aku tak bisa membunuh rasa
Yang padanya selamanya aku tak bisa menumbuhkan benci
Yang padanya selamanya aku akan menanti semua janji
Yang padanya selamanya aku tak bisa menumbuhkan benci
Yang padanya selamanya aku akan menanti semua janji
Sunday, August 9, 2009
kalau kamu baik hati....
pinjami aku mata, karena aku telah buta
pinjami aku kuping, karena aku telah tuli
pinjami aku kata, karena aku telah bisu
....
pinjami aku hati, karena punyaku remuk.
pinjami aku kuping, karena aku telah tuli
pinjami aku kata, karena aku telah bisu
....
pinjami aku hati, karena punyaku remuk.
Saturday, August 8, 2009
obor blarak....
Adalah penasaranmu tentang aku
Yang merangsangmu untuk menyibak, lalu sudah
Obor blarak....
Adalah rindumu akan aku
Yang menggebu di awal, lalu musnah
Obor blarak....
Adalah hasratmu atas aku
Yang membara di masa pertama, lalu entah
Obor blarak....
Adalah engkau padaku
Yang membakar panas berkobar menyala-nyala sesaat saja, lalu enyah.
Yang merangsangmu untuk menyibak, lalu sudah
Obor blarak....
Adalah rindumu akan aku
Yang menggebu di awal, lalu musnah
Obor blarak....
Adalah hasratmu atas aku
Yang membara di masa pertama, lalu entah
Obor blarak....
Adalah engkau padaku
Yang membakar panas berkobar menyala-nyala sesaat saja, lalu enyah.
Thursday, August 6, 2009
aku adalah lukisan cat air....
bukan cat poster
bukan cat minyak
bukan cat acrilyc
maka tak akan bisa kau timpakan warna terang
di atas hitam atau biru tua
melainkan ia tenggelam bersama mereka....
bukan cat minyak
bukan cat acrilyc
maka tak akan bisa kau timpakan warna terang
di atas hitam atau biru tua
melainkan ia tenggelam bersama mereka....
Wednesday, July 15, 2009
kasih tahu aku....
bagaimana caranya menghapus dirimu?
karena sudah kusetip sampai habis sebatang
dan tangan ini panas memegang
masih ada
lalu kukerik dengan silet
sampai tanganku baret-baret
tidak mempan
kucoba pakai re-type
sampai habis sebotol
tak tertutup
kupakai paint remover
kugosok banter
tetap saja
....
haruskah kupotong di mana tempat kau tertulis
lalu membuangnya ke ujung dunia?
karena itu sama saja
membuang sebagian dari diriku.
karena sudah kusetip sampai habis sebatang
dan tangan ini panas memegang
masih ada
lalu kukerik dengan silet
sampai tanganku baret-baret
tidak mempan
kucoba pakai re-type
sampai habis sebotol
tak tertutup
kupakai paint remover
kugosok banter
tetap saja
....
haruskah kupotong di mana tempat kau tertulis
lalu membuangnya ke ujung dunia?
karena itu sama saja
membuang sebagian dari diriku.
Friday, July 10, 2009
tuhan, maafkan aku
karena aku masih suka mabuk
dan aku bergunjing
aku mencuri
aku juga berzina
aku memfitnah
aku mencela
berdusta
mendzolimi sesama
...
tapi kumohon jangan marah, tuhan
karena aku masih butuhkanmu
kasih sayangmu
tempat mengadu
maafkan aku tuhan
aku memang anak nakal
tapi aku masih jadikan rukuh
isi wajib tas wajibku
karena aku masih akan selalu mengingatmu
karena aku masih ingin jadi anak baik
di matamu.
dan aku bergunjing
aku mencuri
aku juga berzina
aku memfitnah
aku mencela
berdusta
mendzolimi sesama
...
tapi kumohon jangan marah, tuhan
karena aku masih butuhkanmu
kasih sayangmu
tempat mengadu
maafkan aku tuhan
aku memang anak nakal
tapi aku masih jadikan rukuh
isi wajib tas wajibku
karena aku masih akan selalu mengingatmu
karena aku masih ingin jadi anak baik
di matamu.
Thursday, July 9, 2009
aku cinta kamu....
tadinya kupikir aku juga cinta kamu
aku cinta kamu
tapi kurasa aku keliru
aku cinta kamu
ternyata aku keliru
aku cinta kamu
aku tidak cinta kamu
aku cinta kamu
aku keliru, ternyata aku tidak cinta kamu
aku cinta kamu
aku cinta kamu
aku cinta kamu
....
tidak peduli apakah kamu cinta aku atau tidak
aku cinta kamu
tapi kurasa aku keliru
aku cinta kamu
ternyata aku keliru
aku cinta kamu
aku tidak cinta kamu
aku cinta kamu
aku keliru, ternyata aku tidak cinta kamu
aku cinta kamu
aku cinta kamu
aku cinta kamu
....
tidak peduli apakah kamu cinta aku atau tidak
Monday, June 29, 2009
mencoba hal baru
Mencoba berkawan dengan seteru
Aku tertawa bersamanya
Atas penderitaan yang serupa tapi tak sama
Dia persilakan aku duduk di kursinya
Lalu dipijit bahuku sambil dia bercerita
Tentang hal yang bagiku dejavu
Aku tak benci walau dia menyakiti
Karena dia tak sadar
Aku tak bahagia walau dia terluka
Karena aku tahu rasanya
Aku suka
Berkawan dengannya.
Aku tertawa bersamanya
Atas penderitaan yang serupa tapi tak sama
Dia persilakan aku duduk di kursinya
Lalu dipijit bahuku sambil dia bercerita
Tentang hal yang bagiku dejavu
Aku tak benci walau dia menyakiti
Karena dia tak sadar
Aku tak bahagia walau dia terluka
Karena aku tahu rasanya
Aku suka
Berkawan dengannya.
Saturday, June 27, 2009
hatiku sudah tidak putih suci lagi
berkarat di sana sini
memudar kilaunya
menjadi kusam
lalu kutumpahkan darah
yang kuteteskan dari jantungku
melaburnya dengan warna merah
rata
dan kukilapkan dengan sisa sisa
air mata bercampur cinta dosa
....
aku siap berkendara lagi
sendiri
memudar kilaunya
menjadi kusam
lalu kutumpahkan darah
yang kuteteskan dari jantungku
melaburnya dengan warna merah
rata
dan kukilapkan dengan sisa sisa
air mata bercampur cinta dosa
....
aku siap berkendara lagi
sendiri
Tuesday, June 23, 2009
makin parah saja
Rasanya kosong hampa
Kutinggalkan tiga raga masih menuntaskan mimpi membayar lelah kemarin
Kucium bau matahari di rambut-rambut terlalu panjang
Kuhirup bau kecut di leher dan ketiak tanpa dosa
Di mana pula yang satunya?
Sedang bercanda di dunia yang berbeda
Semoga senyum yang akan dibawanya padaku
Mengisi
Kosongku yang makin menjadi.
Kutinggalkan tiga raga masih menuntaskan mimpi membayar lelah kemarin
Kucium bau matahari di rambut-rambut terlalu panjang
Kuhirup bau kecut di leher dan ketiak tanpa dosa
Di mana pula yang satunya?
Sedang bercanda di dunia yang berbeda
Semoga senyum yang akan dibawanya padaku
Mengisi
Kosongku yang makin menjadi.
Subscribe to:
Posts (Atom)