mumble grumble of a simple hart
Labels
aku
(1)
dua
(73)
e
(1)
english
(48)
indonesian
(105)
jawa
(4)
perasaan
(62)
sakit
(43)
satu
(14)
SS
(3)
sumpeg
(25)
sundayscribbling
(13)
yakin
(14)
Blog Archive
►
2009
(46)
►
September
(3)
aku ini dusta
lebah-lebah di sekelilingku....
duh duh dug dug dug...
►
August
(7)
mulut-mulut terkunci
gesekan
untuk dia....
kalau kamu baik hati....
obor blarak....
I desperately need
aku adalah lukisan cat air....
►
July
(4)
namanya juga pengen.
kasih tahu aku....
tuhan, maafkan aku
aku cinta kamu....
►
June
(10)
mau apa lagi?
mencoba hal baru
hatiku sudah tidak putih suci lagi
makin parah saja
kau ke manakan kata-kata
buih di mulutmu
aku tidak bisa menyakitinya sedikit pun...,
senenge dadi layangan
kalau kau datang....
untuk para bunglon pejantan....
►
May
(5)
pak, matikan radionya....
kau dexter si pembunuh tak bernurani....
aku geli saja....
ingin kubungkus kata-kata....
Yes I’ve been there
►
April
(6)
aku bercinta degnanmu di tengah malam....
tanyakan padaku....
what's so scary?
bola salju itu....
rasa indah rasa perih....
celebrate my love....
►
March
(2)
setiap kali bercinta denganmu
I came from nowhere....
►
February
(3)
you took my hand and brought me here
aku ingin melihat ke dalam matamu
jangan pergi dulu
►
January
(6)
Kututup kedua mataku biar tak kulihat lagi wajahmu...
I've been walking thousands miles away....
Lambungku masih melontarkan lagi….
Tuhan, maukah Kau bocorkan sedikit rahasiaMu padak...
menitik air mata…
setiap tahun di ujung tahun…
▼
2008
(125)
►
December
(8)
I believe I can write
berkali-kali bunuh diri
dapatkah kau lihat rasaku
Kau(ku)tatap mataku(mu)
►
November
(7)
►
October
(6)
▼
September
(13)
sik sik mas...
give me
rembulan seprapat....
teratur tak teratur
kedip
aku suka....
sialan!!
to know or not to know?
ya Allah bisakah kau jadikan...
peluk aku...
ada yang hilang....
tersandung
*silent*
►
August
(4)
►
July
(22)
►
June
(14)
►
May
(24)
►
April
(27)
Wednesday, September 10, 2008
peluk aku...
biar bisa ku rasakan legamu
menatap harapan yang menanti di hadapan
menggantikan jenuh lelah yang selama ini kau rasakan
aku di sisi
hanya bisa menemani
semoga cukup berarti.
0 comments:
Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment